Instalasi Listrik yang baik dan standar Serta Tipsnya

Daftar Isi

Instalasi listrik adalah suatu perlengkapan atau peralatan yang digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber listrik ke berbagai peralatan yang membutuhkannya. Dari sini bisa diketahui bahwa instalasi listrik memiliki peran yang cukup vital bagi sebuah bangunan.

Saat membangun atau merenovasi, satu aspek yang tidak boleh dianggap enteng adalah masalah instansi listrik. Apalagi saat ini setiap orang sangat bergantung dengan beragam peralatan teknologi. Alat-alat tersebut pun sebagian besar membutuhkan listrik sebagai sumber daya. Hal ini pun menuntut adanya instalasi listrik yang baik. Maka serahkan pekerjaan instalasi listrik kepada kontraktor ME yang memiliki tenaga ahli yang berpengalaman.

Aneka Komponen instalasi listrik

Berikut adalah sejumlah peralatan yang diperlukan sebagai komponen dalam pemasangan instalasi listrik:

  1. MCB merupakan singkatan dari Miniatur Circuit Breaker. Dalam instalasi listrik, alat ini berperan untuk memutus aliran listrik ketika terjadi arus berlebih atau korsleting. Sehingga dapat dikatakan MCB memiliki fungsi untuk menekan risiko dalam masalah kelistrikan.
  2. ELCB atau Earth Leakage Circuit Breaker. Fungsi ELCB utamanya ialah untuk melindungi dari risiko kebocoran arus listrik..
  3. Sakelar ialah komponen yang berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik. Sehingga fungsi sakelar tidak terbatas pada menyalakan atau memadamkan lampu saja.
  4. Stop kontak merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi mendistribusikan energi listrik ke peralatan elektronik. Di Indonesia, stop kontak biasanya terdiri atas dua lubang. Namun di negara lain bentuk stop kontak bisa berbeda-beda.
  5. Kabel berfungsi untuk menyalurkan energi listrik dari sumber ke berbagai peralatan.

Intalasi listrik rumah tangga standar PLN

Pemasangan instalasi listrik  tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebab apabila tidak terpasang secara tepat, akan mengakibatkan risiko mulai dari kesetrum, korsleting listrik, hingga kebakaran.

Untuk menghindari hal-hal buruk terjadi, perlu memperhatikan bagaimana instalasi listrik yang sesuai dengan standar PLN. Aturan terkait pemasangan listrik sendiri tertuang dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL).

Tips membuat instalasi listrik rumah tangga

  1. Luas dan jumlah ruangan sebuah rumah tentu akan berpengaruh terhadap besar kebutuhan listrik yang digunakan. Oleh karena itu, Sedulur harus mengetahui secara tepat berapa luas dan jumlah ruangan rumah agar peralatan yang disiapkan pun bisa sesuai.
  2. Besar daya listrik yang digunakan di rumah juga perlu diperhatikan sebelum memasang instalasi listrik. Sebab daya listrik ini akan mempengaruhi kebutuhan peralatan yang digunakan.
  3. Rancangan alur /diagram aliran listrik., Rancangan ini akan menjadi gambaran bagaimana tenaga listrik dialirkan dari sumber ke berbagai peralatan yang digunakan oleh para penghuni. Adapun rancangan alur aliran listrik ini bisa dibuat berdasarkan bentuk bangunan dan jumlah ruangan yang memerlukan aliran listrik.
  4. komponen instalasi listrik yang berlabel SNI.

Cara membuat instalasi listrik

  1. Pasang aneka komponen alat-alat  yang perlu disiapkan dalam pemasangan instalasi listrik.
  2. Membuat lubang untuk sakelar dan stop kontak. Sesuai dengan  titik-titik di mana sakelar dan stop kontak akan dipasang. Sebab kedua hal itu akan menjadi ‘pintu’ aliran listrik ke berbagai alat-alat listrik. Selain itu, Biasanya, setiap ruang setidaknya memiliki satu sakelar dan satu stop kontak.
  3. Membuat jalur kabel merupakan hal yang perlu dipehatikan dalam pemasangan instalasi listrik. Biasanya jalur kabel ini dibuat dengan memanfaatkan pipa PVC untuk melindungi kabel di dalam tembok. Adapun cara membuatnya ialah dengan membobok tembok menuju ke atas plafon rumah.
  4. Pasang boks MCB dan ELCB, Keberadaan miniature circuit breaker (MCB) dan Earth-leakage circuit breaker (ELCB) juga memiliki fungsi penting untuk urusan kelistrikan di rumah. Biasanya MCB dipasang berdekatan dengan KWh meter. Alat ini ditujukan untuk mempermudah pemasangan kabel dan melindungi instalasi listrik. Di sisi lain, ELCB juga berguna melindungi penghuni rumah dari risiko sengatan listrik.
  5. Pemasangan jalur listrik utama
    Setelah MCB dan ELCB terpasang, pasang kabel-kabel pada jalur instalasi listrik yang sudah dibuat. Kabel utama biasanya dipasang di bagian atap atau atas plafon.
  6. 5Pemasangan kabel untuk sakelar dan stop kontak
    Selanjutnya, pasang kabel-kabel yang akan digunakan untuk mengalirkan listrik ke sakelar, lampu, dan stop kontak. Berikutnya jangan lupa menyambungkan kabel-kabel tersebut pada baut terminal. Terakhir, sambungkan kabel dari sumber listrik yang berasal dari MCB utama pada KWh meter.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook
WhatsApp